Langsung ke konten utama

Postingan

Kata untuk Tuhanku

Kemari,  Ada kata yang ingin kubukukan dalam ruang tanpa batas jarak dan waktu meskipun banyak dari antaranya yang tidak ingin aku bukukan di sana. Ada beberapa bait kata yang lebih baik tersimpan dan terbuka bagi mereka yang kuizinkan saja.  Kata hari ini adalah kata tentang Tuhan.  Dia baik!  Teramat baik, karena menyelamatkanku dari bahaya yang mencekam kalau aku ingat-ingat sekarang.  Hiiii.....  Serem deh hehe  Gak nyangka aja, ada manusia seperti itu di sekitar lingkungan yang aku kira isinya baik-baik aja.  Tuhan, Dia pelindung yang baik, penjaga Yang Maha, Bapaku yang setia. Bersyukur dan bersyukur..  Mungkin kemarin gelap melingkupi aku terlalu lama sampai aku sulit melihat cahaya.  Tidak ada lagi kata yang ingin ku bukukan, selain Terima kasih Tuhan Yesusku.  :) 

Kirana Kecil

  Malam ini aku luangkan waktu sejenak untuk melihat kirana yang kecil dan melihat sekelilingnya. Ya ampun! Lucu banget 🤗 Semuanya indah!  Lengkap dengan kekurangan yang sepertinya nyata jika disandingkan dengan kenyataan sekarang.  Mulai dari resolusi foto yang berbeda hingga warna kulit yang dimilikinya.  Haha  Iya, dulu kirana gelap 🤭 Tapi tak apa, warna tidak pernah menjadi masalah.  Kirana selalu bangga dengan semua yang ia miliki.  Kirana merasa bahagia itu begitu sederhana.  Kirana yakin ketika dia bisa tersenyum, banyak manusia yang kemudian akan tersenyum karena melihatnya.  Dan, aku rasa Kirana benar! Sekarang pun aku tersenyum melihatnya nampak bahagia.  Tapi ternyata memori tidak hanya merekam kebahagiaan kirana. Aku juga menemukan kirana dengan air mata.  Ya ampun! Mau ku usap rasanya.  Sayang, aku belum ada kala itu.  Tak apa Kirana.  Kamu sudah berjalan jauh dan semuanya akan indah pada waktuNya....

Cerita Ibu

Sore itu di Djakarta,  Aku lihat keramaian tiada berhenti Padahal itu hari bagi pekerja untuk bermimpi.  Kurasa bukan Djakarta jika tidak seperti ini.  .... Nak, semoga kamu bisa menikmati masa yang sama ketika aku kecil dulu.  Atau mungkin hal yang lebih baik daripada itu.  ... Benak Ibu khawatir karena kondisi kini  Djakarta yang dulu penuh jawaban pasti Berubah menjadi kota penuh misteri tak menentu, terlihat semu dan tak pasti.  Rasanya ingin sekali memilih berhenti,  Tapi sama saja aku memilih pergi dan lari.  Dan lagi tak selamanya itu menjadi solusi  Butuh waktu untuk menarik diri Sekalipun itu tentang pergi dan lari.  Butuh energi untuk menarik diri.  Sekalipun itu seperti mudah dihakimi.  Yang terpenting dari semua ini Butuh hari untuk aku dan diri sendiri Butuh tempat untuk menenangkan hati Butuh ruang untuk mencoba menahan diri Butuh Tuhan agar aku tid...

Desahku ✨

16 jam perjalanan pulang ternyata tidak mampu mewakili cerita dan rasa yang terbangun jauh berhari-hari sebelum itu. Terlalu banyak lubang pada sepotong roti yang dioleskan susu kental manis di atasnya, sehingga tawar sudah rasanya. Belum lagi, bising di tengah heningnya air kolam di malam hari membuat gelas kaca berdenting dari tiap sudut kamar. Menyebalkan! Bisik-bisik suara bersaing hingga aku tak mampu mengenali tiap desahnya, sama sekali. Bukan sekedar bisik, melainkan inilah yang menambah rasa resah dan ungkapan desah. Mendesah lelah. Mendesah pasrah. Mendesah lillah. Di penghujung malam kala itu, hanya mampu berharap usailah segera desahku. Agar tak lagi ku dengar cibir dan bisik tentang desahku. Dan.. Satu yang aku tau, kendali itu ada dalam tanganku dan restu Allahku. Maka kali ini izinkan aku sampaikan, Semesta, izinkan aku menyelesaikannya satu jam saja.

Ada Kekuatan Doa di Sudut Matahari

Dear memoers,  Terima kasih sudah setia.  Setia menunggu tulisan berikutnya dalam web ini.  Tapi juga maaf.  Maaf sudah menunggu sekian lamanya.  Well, beberapa bulan terakhir aku perlu waktu untuk fokus pada pekerjaanku yang memang perlu perhatian lebih.   Ada masa dimana kamu perlu memperhatikan nasih orang banyak yang bergantung pada sebuah jembatan untuk menyebrangi suatu tempat dan saat itu kamu jadi jembatannya.  Bahkan untuk berpindah 1cm saja kamu ga mampu. Hihi  But God is always Good in His way dan aku baik-baik saja. Praise the Lord.  Mungkin orang kira aku hebat dan sangat terberkati karena masih dalam keadaan baik-baik saja saat menjadi jembatan yang merupakan tempat orang untuk lalu lalang bahkan ada yang dengan kasar menginjak jembatan.  Padahal, kata yang pertama itu trully wrong karena yang hebat bukan aku melainkan Bapaku yang hebat, sedangkan kata kedua aku sangat terberkati itu bener ...

Melukis dari Sudut Ruang Berbintang

April Gerilya

Ya! Aku sedang bergerilya beberapa bulan lalu.  Tapi baru sadar sekarang haha Ternyata apa yang aku lakukan selama ini adalah berperang melawan beberapa hal yang datang dari dalam batin dan sedang aku perangi perlahan dan secara diam-diam. Tapi karena sekarang udah di posting , artinya aku sudah tidak melakukannya lagi karena sudah bukan secara diam-diam.  Tuhan............ Sukacita itu memang datangnya bisa dari mana saja, tapi percuma ketika sukacita menjemput kemudian diri sendiri berdiam dan tidak berpindah sekalipun melangkah setitik saja. Ada yang merasa sedang mengalaminya?  DOR!  Segera sadar ya.. Jangan lama-lama, kasian batinmu. hihi Maksudnya apa? Hmm.. intinya sukacita itu tidak perlu bergantung pada orang lain. Ia hadir sebagai berkat dari Yang Kuasa dan akan melingkupi kita ketika kita mau jujur pada diri sendiri, mengenali diri sendiri dan mencintai diri sendiri. Nah loh..  Hari ini aku spesial mau sapa kalian ...

Kemana Harus Pulang?

Selamat malam..  Izinkan aku menceritakan apa yang aku rasa sepanjang hari ini dan beberapa hari terakhir.. Sesungguhnya ini mungkin jadi perjalanan yang biasa aku lakukan (dulu) beberapa bulan lalu, tapi entah kenapa kali ini aku menanti-nantikan pagi dan hari berganti agar aku cepat bertemu dengan kota kenangan.  Aku sempat merasa asing saat terakhir aku hampiri kota ini, tapi kali ini aku tahu. Sangat tahu! Apa hal yang membuat aku asing waktu itu. Bukan kotanya, tapi diriku yang seperdetiknya sedang beralih dan berganti penuh dengan kenangan yang tak lagi sama seperti sedia kala. Tapi, kotaku tetap sama.  Sejuta renjana yang kupendam terlepaskan kali ini.. Mereka terbang sambil menari di angkasa bersama semesta. Oh, sungguh indahnya.. Pagiku cerah bersama hangatnya sambutan fajar lengkap dengan lembabnya embun menyisiri dedaunan di sini. Begitu pula siang yang rindang, sore yang bebas dari kelam dan malam berbintang! Kota kenangan ternya...

Kuberitahu Kamu Arti Rindu

Well , hari ini Jakarta mulai kembali cerah setelah beberapa minggu terakhir ia menderukan musik alam indah yang basah.. Hujan!  Kata sahabat remajaku disana, semesta sedang menemaniku dan meresponku saat itu.  Haha ada-ada saja!  Semua yang terjadi dan telah aku lalui patut disyukuri. Oh, bukan cuma aku yang patut bersyukur melainkan kita semua yang mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga disetiap nafas yang kita hembuskan.  Siang ini bersama dengan penantianku akan secangkir coffee mint yang punya kenikmatannya sendiri, aku melihat pemandangan sederhana namun bermakna.  Aku belajar dari sebuah pagar rumah di pinggir jalan yang tadi aku lewati sebelum akhirnya menanti secangkir coffee mint ku.  Jadi.. Aku dengar orang-orang bercerita tentang hal ini, bahwa: Ada kalanya ketika sekeras apapun kita berusaha menumbuhkan lumut dengan air hujan untuk menutupi lubang pagar yang dilubangi orang lain, lumut itu tumbuh dan berha...

Firasat

Anugerah ini kuterima begitu saja. Kali pertama bertemu hanya menyisakan kata. Tanpa tanya, hanya perkenalan semata. Katanya kau melihat aku bersahaja. Lantas banyak kisah yang dilalui menghantarkan aku pada sebuah firasat. Aku pikir ini bukan sesuatu yang penting karena tak sedikipun terasa jelas. Tapi firasat menamparku dengan keras dan mengecamku dengan tegas. Dengan segala cara Dia jawab tanya dan doaku, ya melalui firasat. Siapalagi yang kuat jika bukan hati aktornya. Siapalagi yang mengerti jika bukan hati aktrisnya. Siapalagi yang pandai jika bukan hati pemiliknya. Siapalagi yang merintih jika bukan hati pelakunya. Banyak kata yang dulu terucap, tapi tak satupun tersisa. Banyak kisah yang dulu lekat, tapi kemana perginya? Banyak kenangan yang berwarna, tapi semua sirna. Banyak cinta yang diberikan, tapi dibuangnya. Begini rasanya jika pesan nyata tak kunjung sampai pada telinga yang harus mendengarnya. Walau memang tak semua yang datang akan menyampaika...

Malam Ini Hujan Menemani

Jakarta, malam hari.. Ditemani rintik hujan yang seketika semakin ramai dan berderu seolah bernyanyi untuk menghiburku, aku menahan perih karena bibir tak sanggup berkata apa yang hati ingin sampaikan. Rasa yang dilewati belakangan ini seolah dipendam secara paksa dengan segudang tenaga yang dihabiskan untuk memenuhi kewajiban dan tanggung jawab mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sudah lama aku tidak melihat sinar yang aku damba, akhir-akhir ini yang kulihat hanya bulan di tengah angkasa yang gelap seolah menahan entah apa yang ditahan aku pun tak tahu. Jangankan melihat yang lain, bahkan fajar yang senantiasa hadir dikala pagi ku belum siap bertemu banyak rakyat pun kali ini seolah redup bahkan tak lagi nyata seperti sedia kala. Oh tunggu, Aku rasa tak lagi ku temukan fajar yang sama. Mungkin kali ini sudah berbeda. Baik, aku akui saja. Jujur aku merindukan fajar itu. Kemana perginya? Oh, bukan. Bukan itu yang terasa pergi. Bukan fajarnya. Melainkan sinar ...

Dia berkata..

7 Maret:  This what I'm gonna tell you. I've ever lost my coffee mint, now I need a warm white light so I can see you between my tears. 17 April: Aku belajar satu hal dari penciptaan pasangan. Bahwa tidak ada satu diantara pasangan yang ditakdirkan mengalami keberuntungan. Yang ada adalah sama-sama beruntung karena saling melengkapi diantara kekurangan yang dimiliki. H e h e 7 Juni: Kadang ketika kamu datang dan aku terpaku, bukan berarti aku menolak. Aku hanya takut, terlalu takut jika segala sesuatu yang kita lewati hanya berujung pada perpisahaan yang terlalu berarti. Sulit bagiku untuk kembali melewati segala jenis luka di hati. 27 Juni: Kapan kamu sadar bahwa ukiran ini semakin lama semakin dalam. Aku tak suka. Bukan karena tidak indah, melainkan sebaliknya terlalu indah sampai aku tak siap jika nanti harus direnovasi atau bahkan dimusnahkan secara paksa. Cinta. 17 Juli: Menanyakan kabarmu saja aku takut. Takut jadi bagian yang dapat menyakitimu lebih dalam la...

27 Juni 2018

Kapan kamu sadar bahwa ukiran ini semakin lama semakin dalam. Aku tak suka. Bukan karena tidak indah, melainkan sebaliknya terlalu indah sampai aku tak siap jika nanti harus direnovasi atau bahkan dimusnahkan secara paksa. Cinta.

-Muara-

Hai, memo- ers ! Singkat cerita aku orangnya pelupa jadi suka banget pakai memo sebagai tools yang bantuin aku untuk ingat sesuatu, mulai dari tugas sampai agenda acara termasuk mimpi-mimpiku. Aku ngerasa gak bisa jauh dari memo. Makanya, catatan-catatanku ini aku namakan memocardina..  Hari ini aku mau cerita tentang arti muara buatku, tapi sayangnya aku hanya bisa merasakannya bukan memilikinya. Semoga hal ini gak terjadi sama kalian ya:)   I mean , semoga kalian bisa dapat dua-duanya. Merasakan dan memiliki muara itu.  Betapa indah ketika kalian sudah sampai pada muara yang tepat. Maka, jangan lagi kalian tunda.. Bermuaralah..  Yang kurasa, angin datang melipir sembari berbisik kala itu Telinga mendengar lembut sementara bibir hanya membisu Ia memintaku merasakan setiap langkah di penghujung jalan itu Tapi yang aku tahu, aku hanya mau berterima kasih atas sesuatu Langit cerah dan udara segar, bagiku segalanya tidak lebih dari itu ...

Yang Tahu Istanamu Bagaimana Cuma Kamu.

Hai! Apa kabarmu hari ini? Gimana rasanya jadi anak kuliahan? Kalau biasa aja, berarti kamu sama kaya mereka yang biasa aja. Hehe Tahu gak sih petuah apa yang aku dapat dibangku kuliah? “Dimana pun mutiara berada, ia tetaplah mutiara.” Ini dia yang mungkin gak disadarin sama kebanyakan mahasiswa. Mana nih dari antara kalian yang masih kebayang-bayang kampus impian tapi nyatanya harus masuk di kampus lain? Dude, please keep moving forward! That's all we need to start new thing and continue our succeed. Bukan saatnya lagi mikirin "ah nyesel kenapa kemarin ga belajar", "ah kenapa aku gak jodoh sama kampus itu?", atau masih kebawa-bawa galaunya sampai sekarang. Ingat kata-kata di atas noh tentang mutiara... Kita perlu melihat ke depan agar bisa kembali mengukir jejak baik seperti sedia kala di dunia yang mungkin berbeda.  Singkat cerita, awal perkuliahan aku punya target dan mimpi-mimpi yang umum misalnya lulus dengan hasil yang baik. Udah, that’...

Kehidupan Setelah Sarjana!

Hai, baru beberapa bulan aku lulus dari bangku perkuliahan. Tapi ternyata segala sesuatu berubah 180 derajat sekarang. Mulai dari orang yang kutemui, rumah yang aku tinggali, hingga kegiatan sehari-hari. Lantas, kali ini aku tidak punya banyak hal yang akan aku ceritakan karena belum ada kejadian menggelegar ditengah selang waktu semenjak aku lepas dari bangku perkuliahan hingga sekarang . Yang ada hanyalah separuh perjalanan yang baru saja aku lalui dan tak terbendung lagi untuk disimpan sendiri. Rasanya ingin hati segera berbagi agar tak lagi kurasa sendiri. Hehe. Bener banget kata orang, ngapain lulus cepet-cepet kalau belum tahu mau ngapain. Nah! Aku adalah salah satu orang yang lulus cepat dan bukannya belum tahu mau ngapain, tapi mungkin dewi fortuna lagi gak berpihak waktu itu. Karena aku tahu pasti muan gapain setelah lulus , ya apalagi? Setelah lulus pasti mau kerja dong! But its not as easy like that, dude. I got something surprisingly . Ternyata, tepat setelah ...

Surat Untuk Oma

Hai Oma!  Apa kabar?  “Siapapun berhak untuk bahagia”. Itu kalimat yang paling aku ingat dan aku rasakan dari orang yang mengatakannya kepadaku. Hai, oma! Aku rindu! Rindu sekali, bahkan berkali-kali. Terlalu banyak kenangan yang gak bisa aku ceritain satu-satu buat ngingetin oma tentang kenangan kita bersama. Yang pasti, semua kenangan kita itu keren banget, oma! Sekarang gak kerasa ya aku sudah sebesar ini, 21 tahun. Usia yang katanya menjadi batas usia ideal bagi perempuan untuk boleh menikah. Dan itu artinya, sudah sekitar 7 tahun lamanya kita gak ketemu ya, oma. Selama kita gak ketemu, aku gak pernah ragu sama ajaran yang sudah oma berikan dan tanamkan ke dalam keluarga. Bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga dan satu kalimat pertanyaan yang masih aku ingat sampai sekarang adalah “Kalau oma udah ga ada, nanti siapa ya yang jadi penomor satu di keluarga ini?”. Tik tok, aku gak bisa jawab apa-apa. Waktu itu aku masih remaja SMP yang belum menget...

Pelajaran dari Langit Dikala Senja

Sore itu aku cemas sekaligus lemas. Jakarta, sore hari. Rasanya aku sudah berjuang sedari pagi, bahkan hari sebelumnya pun demikian. I've been do all my best there . But life isn't only about it, sometimes . Perih datang tiba-tiba di malam hari.. Di sini lah akhirnya aku sadari.. Sometimes we win, but sometimes we learn . Setiap orang pasti melalui masa-masa seperti ini, aku yakin! Masa ketika dia mengusahakan segala kebaikan terjadi, tapi alam berkata lain. Masa ketika dia melakukan yang terbaik, tapi semesta meminta hal lain. Masa ketika dia menggunakan tenaga terakhir, tapi waktu berkata lain. Bahkan mungkin ada mereka yang mengalami hal ini lebih dari apa yang aku alami, lebih dari apa yang aku rasakan dan lebih dari apa yang terjadi padaku. Aku bersyukur.. Bersyukur masih diberikan kekuatan dan dukungan dari teman-teman terbaik. Bersyukur masih mendapatkan kebahagiaan di tempat lain. Bersyukur masih ada di jalan yang Tuhan berikan sekarang. Dalam perjal...