Langsung ke konten utama

Postingan

Malam Ini Hujan Menemani

Jakarta, malam hari.. Ditemani rintik hujan yang seketika semakin ramai dan berderu seolah bernyanyi untuk menghiburku, aku menahan perih karena bibir tak sanggup berkata apa yang hati ingin sampaikan. Rasa yang dilewati belakangan ini seolah dipendam secara paksa dengan segudang tenaga yang dihabiskan untuk memenuhi kewajiban dan tanggung jawab mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sudah lama aku tidak melihat sinar yang aku damba, akhir-akhir ini yang kulihat hanya bulan di tengah angkasa yang gelap seolah menahan entah apa yang ditahan aku pun tak tahu. Jangankan melihat yang lain, bahkan fajar yang senantiasa hadir dikala pagi ku belum siap bertemu banyak rakyat pun kali ini seolah redup bahkan tak lagi nyata seperti sedia kala. Oh tunggu, Aku rasa tak lagi ku temukan fajar yang sama. Mungkin kali ini sudah berbeda. Baik, aku akui saja. Jujur aku merindukan fajar itu. Kemana perginya? Oh, bukan. Bukan itu yang terasa pergi. Bukan fajarnya. Melainkan sinar ...

Dia berkata..

7 Maret:  This what I'm gonna tell you. I've ever lost my coffee mint, now I need a warm white light so I can see you between my tears. 17 April: Aku belajar satu hal dari penciptaan pasangan. Bahwa tidak ada satu diantara pasangan yang ditakdirkan mengalami keberuntungan. Yang ada adalah sama-sama beruntung karena saling melengkapi diantara kekurangan yang dimiliki. H e h e 7 Juni: Kadang ketika kamu datang dan aku terpaku, bukan berarti aku menolak. Aku hanya takut, terlalu takut jika segala sesuatu yang kita lewati hanya berujung pada perpisahaan yang terlalu berarti. Sulit bagiku untuk kembali melewati segala jenis luka di hati. 27 Juni: Kapan kamu sadar bahwa ukiran ini semakin lama semakin dalam. Aku tak suka. Bukan karena tidak indah, melainkan sebaliknya terlalu indah sampai aku tak siap jika nanti harus direnovasi atau bahkan dimusnahkan secara paksa. Cinta. 17 Juli: Menanyakan kabarmu saja aku takut. Takut jadi bagian yang dapat menyakitimu lebih dalam la...

27 Juni 2018

Kapan kamu sadar bahwa ukiran ini semakin lama semakin dalam. Aku tak suka. Bukan karena tidak indah, melainkan sebaliknya terlalu indah sampai aku tak siap jika nanti harus direnovasi atau bahkan dimusnahkan secara paksa. Cinta.

-Muara-

Hai, memo- ers ! Singkat cerita aku orangnya pelupa jadi suka banget pakai memo sebagai tools yang bantuin aku untuk ingat sesuatu, mulai dari tugas sampai agenda acara termasuk mimpi-mimpiku. Aku ngerasa gak bisa jauh dari memo. Makanya, catatan-catatanku ini aku namakan memocardina..  Hari ini aku mau cerita tentang arti muara buatku, tapi sayangnya aku hanya bisa merasakannya bukan memilikinya. Semoga hal ini gak terjadi sama kalian ya:)   I mean , semoga kalian bisa dapat dua-duanya. Merasakan dan memiliki muara itu.  Betapa indah ketika kalian sudah sampai pada muara yang tepat. Maka, jangan lagi kalian tunda.. Bermuaralah..  Yang kurasa, angin datang melipir sembari berbisik kala itu Telinga mendengar lembut sementara bibir hanya membisu Ia memintaku merasakan setiap langkah di penghujung jalan itu Tapi yang aku tahu, aku hanya mau berterima kasih atas sesuatu Langit cerah dan udara segar, bagiku segalanya tidak lebih dari itu ...

Yang Tahu Istanamu Bagaimana Cuma Kamu.

Hai! Apa kabarmu hari ini? Gimana rasanya jadi anak kuliahan? Kalau biasa aja, berarti kamu sama kaya mereka yang biasa aja. Hehe Tahu gak sih petuah apa yang aku dapat dibangku kuliah? “Dimana pun mutiara berada, ia tetaplah mutiara.” Ini dia yang mungkin gak disadarin sama kebanyakan mahasiswa. Mana nih dari antara kalian yang masih kebayang-bayang kampus impian tapi nyatanya harus masuk di kampus lain? Dude, please keep moving forward! That's all we need to start new thing and continue our succeed. Bukan saatnya lagi mikirin "ah nyesel kenapa kemarin ga belajar", "ah kenapa aku gak jodoh sama kampus itu?", atau masih kebawa-bawa galaunya sampai sekarang. Ingat kata-kata di atas noh tentang mutiara... Kita perlu melihat ke depan agar bisa kembali mengukir jejak baik seperti sedia kala di dunia yang mungkin berbeda.  Singkat cerita, awal perkuliahan aku punya target dan mimpi-mimpi yang umum misalnya lulus dengan hasil yang baik. Udah, that’...

Kehidupan Setelah Sarjana!

Hai, baru beberapa bulan aku lulus dari bangku perkuliahan. Tapi ternyata segala sesuatu berubah 180 derajat sekarang. Mulai dari orang yang kutemui, rumah yang aku tinggali, hingga kegiatan sehari-hari. Lantas, kali ini aku tidak punya banyak hal yang akan aku ceritakan karena belum ada kejadian menggelegar ditengah selang waktu semenjak aku lepas dari bangku perkuliahan hingga sekarang . Yang ada hanyalah separuh perjalanan yang baru saja aku lalui dan tak terbendung lagi untuk disimpan sendiri. Rasanya ingin hati segera berbagi agar tak lagi kurasa sendiri. Hehe. Bener banget kata orang, ngapain lulus cepet-cepet kalau belum tahu mau ngapain. Nah! Aku adalah salah satu orang yang lulus cepat dan bukannya belum tahu mau ngapain, tapi mungkin dewi fortuna lagi gak berpihak waktu itu. Karena aku tahu pasti muan gapain setelah lulus , ya apalagi? Setelah lulus pasti mau kerja dong! But its not as easy like that, dude. I got something surprisingly . Ternyata, tepat setelah ...

Surat Untuk Oma

Hai Oma!  Apa kabar?  “Siapapun berhak untuk bahagia”. Itu kalimat yang paling aku ingat dan aku rasakan dari orang yang mengatakannya kepadaku. Hai, oma! Aku rindu! Rindu sekali, bahkan berkali-kali. Terlalu banyak kenangan yang gak bisa aku ceritain satu-satu buat ngingetin oma tentang kenangan kita bersama. Yang pasti, semua kenangan kita itu keren banget, oma! Sekarang gak kerasa ya aku sudah sebesar ini, 21 tahun. Usia yang katanya menjadi batas usia ideal bagi perempuan untuk boleh menikah. Dan itu artinya, sudah sekitar 7 tahun lamanya kita gak ketemu ya, oma. Selama kita gak ketemu, aku gak pernah ragu sama ajaran yang sudah oma berikan dan tanamkan ke dalam keluarga. Bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga dan satu kalimat pertanyaan yang masih aku ingat sampai sekarang adalah “Kalau oma udah ga ada, nanti siapa ya yang jadi penomor satu di keluarga ini?”. Tik tok, aku gak bisa jawab apa-apa. Waktu itu aku masih remaja SMP yang belum menget...