Langsung ke konten utama

Postingan

Pengalaman Jadi Duta di Kota Bandung

"Sampurasun!" Kata pembuka ini menjadi hal wajib bagi wargi Kota Bandung. Terima kasih Kota Bandung untuk semua ilmu dan pengalaman yang boleh aku dapatkan disini. Siapa sangka, gadis kelahiran Jakarta yang telah 17 tahun dibesarkan di Kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah mampu mendapatkan kesempatan untuk mengharumkan nama Kota Bandung ke tingkat Provinsi Jawa Barat dalam ajang Pemilihan Duta Mahasiswa Generasi Berencana Jawa Barat. Sebelum sampai pada tahap ini, aku melewati proses pendaftaran, karantina, grand final sampai pembinaan di tingkat Kota Bandung. Yang terpenting bagiku adalah menikmati setiap proses yang aku jalani. Kondisikan diri seperti sebuah gelas kosong yang dapat dengan mudah diisi dengan air sehingga menjadi gelas yang berisi.  Proses yang terasa singkat, meskipun sesungguhnya tidak sesingkat yang terlihat. Biar aku cerita dari proses pendaftaran, yah :) Jadi, bisa dibilang aku mendaftarkan diri antara diterima dan tidak diterima. Kenapa? Ka...

Gelap yang Indah

Hari itu, aku melewati segala terang dalam senyum dan tawa ceria Aku biarkan raguku merasakan indahnya sandiwara tawa Sampai suatu ketika awan senja menjemput matahari untuk turun Bibirku masih sanggup melukiskan sebuah senyum diwajah Udara dari paru-paru sebagai hela nafas aku lantunkan Dan mata terus memandang mengikuti indahnya gerak mentari Cerita ini kubawa kemanapun ku pergi, didalam hati Pengobat rindu dari rasa dingin yang teramat menusuk sampai hati Sungguh ingin ku ulang nafas dan segala tawa di siang hari Namun, apa daya Tuhanlah yang mampu membawanya kembali Di penghujung hari, semakin aku mencari, semakin aku sadari Senyumku kembali, dalam suasana ikhlas dihati Kudapati bahwa gelap tak selamanya tanda kelam dalam hati Melainkan tempat dimana terang mampu mnyinari hati Teruntuk kamu, yang selalu aku rindukan.

Usailah Renjanaku

Seperti sinar mentari nan indah di kala senja, mengucap salam perpisahan dengan upacara yang indah. Lengkap dengan udara yang melambai tipis menyilir pelipis, dan awan sebagai lukisan penuh ketenangan . Alunan nada di telinga silih berganti terasa sangat harmoni Tak pernah bosan walau sudah lama kupasang headset ini Mendengar setiap ketukan yang meyakinkan indahnya senja Sambil tersenyum lepas, kurasakan kesejukan udara tak bersuara Dedaunan dari ranting terus melambai senang bersamaku Dan lukisan penuh ketenangan itu ikut bergerak perlahan Menuju ke arah angin yang membawanya tanpa merubah estetikanya Sore itu, aku melihat dan mendengar arti kesejukan hati.. Diawali dengan mengingat kembali  Bagaimana aku mengenal alunan nada yang silih berganti. Yang Kuasa tak pernah membiarkan aku bernafas tanpa alunan indah ini. Bahkan dalam setiap pertemuan panjang dahulu hingga sekarang, aku selalu bercengkrama dengan yang kalian sebut musik. Entah ba...

Cinta Tulus

Siang jelang sore. Cinta   tak pernah meminta untuk dimiliki Cinta   membiarkan perasaan hanyut begitu saja Terbawa suasana yang entah bagaimana Hanya menanti dekap hangat sang pujangga Mengalir setiap detik dalam harap akan tawa Iya atau tidak bukanlah jawab akhir bagi  cinta Wahai  cinta  yang ku anggap tulus Secercah sinar mata yang tak pernah pupus Menanti dan berusaha tanpa modus Angan dan harapan bersatu dengan tulus. Jaga perasaan ini, CINTA TULUS.

Bicara Cinta

Dia tidak menyakiti, dia mengasihi. Tulus dan lembut. Hangat dan indah. Tangis dalam bahagia. Gembira dan tenang. Aku harap. . . . Halaman berapapun dalam perjalanan kan mendapatkan cinta. Dengan warna apapun, dia ada. Penuh makna. Mungkin tanpa kata. Nyata. Yap, dia nyata dan ternyata rumit. kadang. Banyak tanya. Banyak cerita. Banyak bahagia. Banyak pula pengorbanannya. Karna cinta tanpa pengorbanan itu nihil, bukan? katakan apa yang perlu kamu katakan bila bicara cinta. tanpa cerita, bukan bicara cinta namanya. jauh-jauh dari diam dan dendam, mereka ulah dari salah paham. :( terima cinta, buka hati untuk cinta dan jadi lebih baik BERSAMA cinta. :) selamat malam, pujangga cinta.

Hilo Green Leader 2015 Cardina

Cahaya itu Harapan

Nikmat Allah mana lagi yang kau dustai?  Foto ku mungkin ga ada estetika fotografi yang gimana - gimana banget... Bisa dibilang biasa aja kalau dilihat master fotografer.  Tapi, ga semua orang bisa memaknai foto dengan sedalam - dalamnya, bukan? Aku merasakan ketegangan di tempat tinggi saat itu, tapi ketegangan itu tidak berarti ketika aku menatap kebawah sejenak dan melihat betapa indah semua ini. Dan, betapa semua diciptakan indah adanya.  Aku dipenuhi dengan rasa syukur karena diberi kesempatan untuk melihat pemandangan indah seperti ini bersama dengan temanku yang baik hati. (Meski bukan pacar). Kata temanku, namanya bukit bintang.. Mungkin karena aku berpiak didaerah perbukitan dan dapat melihat cahaya -cahaya kecil laksana bintang di langit. MUNGKIN... Tadinya, kami hampir saja melewati pemandangan indah ini. Karena baru saja kami merasa lapar dan cukup lelah setelah bermain di salah satu Pantai di Gunung Kidul, Yogyakarta. Tapi, temanku in...