Langsung ke konten utama

Selamat ulang tahun, Bu!


Tidak ada hal yang bisa aku ungkapkan dengan kata-kata kalau harus menceritakan kisahku mulai dari perkenalan hingga kondisi sekarang bersama dengan Ibu Novi. Seorang dosen di salah satu universitas negeri di Kota Bandung, yap bukan di kampusku melainkan dosen di kampus lain. Aku sudah mengenalnya sejak tahun 2016 saat aku mengikuti perlombaan di Kota Bandung, tapi aku sama sekali TIDAK dekat dengan beliau. Aku rasa kami hanya berbicara seperlunya saja dan hal tersebut berlangsung selama kurang lebih satu tahun. 

Sampai suatu saat aku menjadi panitia perlombaan yang sama seperti tahun lalu dan dipersatukan dengan beliau. Dari situ kami memulai obrolan satu sama lain dan saling mengenal, belajar dan bercengkrama. Lama kelamaan, hubungan baik terjalin satu sama lain dan perjalanan membawa kami sampai ke salah satu belahan Indonesia di bagian timur, Bali dan Lombok. Di sana sejujurnya aku masih belum merasa dekat sekali dengan beliau, aku masih merasa bahwa beliau adalah dosen universitas lain sekaligus pembinaku. Kenyamanan dan ketersambungan yang terjadi pada komunikasi yang kami jalin akhirnya membawaku pada kedekatan yang lebih terasa setelah kami pulang dari Lombok, menurutku. Aku tidak tahu bagaimana menurut beliau,

Yang pasti, beliau mengajariku banyak hal yang belum pernah aku sadari sebelumnya. Menjadikan aku semakin yakin bahwa Tuhan adalah satu-satunya orang yang bisa aku percaya dan satu-satunya tempat aku untuk kembali setelah lelah dalam pekerjaan maupun senang atas pesta yang megah. DAN MASIH BANYAK LAGI HAL LAIN. 

Selamat ulang tahun, Bu. 
Terima kasih sudah mau kenal Cardina dan teman-temanku. 
Semoga doa-doa terbaik untukmu terwujud sesuai dengan apa yang Ibu harapkan seturut kehendak Allah. 

YAY! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

27 Juni 2018

Kapan kamu sadar bahwa ukiran ini semakin lama semakin dalam. Aku tak suka. Bukan karena tidak indah, melainkan sebaliknya terlalu indah sampai aku tak siap jika nanti harus direnovasi atau bahkan dimusnahkan secara paksa. Cinta.

Kata untuk Tuhanku

Kemari,  Ada kata yang ingin kubukukan dalam ruang tanpa batas jarak dan waktu meskipun banyak dari antaranya yang tidak ingin aku bukukan di sana. Ada beberapa bait kata yang lebih baik tersimpan dan terbuka bagi mereka yang kuizinkan saja.  Kata hari ini adalah kata tentang Tuhan.  Dia baik!  Teramat baik, karena menyelamatkanku dari bahaya yang mencekam kalau aku ingat-ingat sekarang.  Hiiii.....  Serem deh hehe  Gak nyangka aja, ada manusia seperti itu di sekitar lingkungan yang aku kira isinya baik-baik aja.  Tuhan, Dia pelindung yang baik, penjaga Yang Maha, Bapaku yang setia. Bersyukur dan bersyukur..  Mungkin kemarin gelap melingkupi aku terlalu lama sampai aku sulit melihat cahaya.  Tidak ada lagi kata yang ingin ku bukukan, selain Terima kasih Tuhan Yesusku.  :) 

Surat Untuk Oma

Hai Oma!  Apa kabar?  “Siapapun berhak untuk bahagia”. Itu kalimat yang paling aku ingat dan aku rasakan dari orang yang mengatakannya kepadaku. Hai, oma! Aku rindu! Rindu sekali, bahkan berkali-kali. Terlalu banyak kenangan yang gak bisa aku ceritain satu-satu buat ngingetin oma tentang kenangan kita bersama. Yang pasti, semua kenangan kita itu keren banget, oma! Sekarang gak kerasa ya aku sudah sebesar ini, 21 tahun. Usia yang katanya menjadi batas usia ideal bagi perempuan untuk boleh menikah. Dan itu artinya, sudah sekitar 7 tahun lamanya kita gak ketemu ya, oma. Selama kita gak ketemu, aku gak pernah ragu sama ajaran yang sudah oma berikan dan tanamkan ke dalam keluarga. Bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga dan satu kalimat pertanyaan yang masih aku ingat sampai sekarang adalah “Kalau oma udah ga ada, nanti siapa ya yang jadi penomor satu di keluarga ini?”. Tik tok, aku gak bisa jawab apa-apa. Waktu itu aku masih remaja SMP yang belum menget...