Langsung ke konten utama

30.06

Baca ini sambil dengerin lagu Monita Tahalea – 168

Terima kasih, Juni.
Jadi . . .
Bukan hidup namanya, kalau ia tanpa cerita
Bukan hari namanya, kalau ia tanpa suka dan duka.
Lengkaplah sudah hidupku di Bulan Juni dengan 30 harinya


Aku belajar banyak bulan ini.
Seperti . . .
Mengerti bahwa Tuhan akan selalu menjawab pertanyaan umatNya
Dengan berbagai cara dan melalui siapa saja
Melalui mereka yang kita panggil sahabat
Bahkan melalui alam sekalipun


Kalian tahu, tidak mungkin dia tidak berkesan
Tapi Sang Maha Pencipta menitipkan lebih dari sekedar pesan.
Tidak mungkin aku tidak bahagia
Tapi Sang Pencipta satu-satunya sumber bahagia.
Tidak mungkin aku tidak peduli
Tapi Sang Pencipta membangunkan aku dari sekedar mimpi.


Kalian tahu? Kali ini, Juni sangat jujur dan lapang hadir dalam setiap langkahku
Membawa aku kesana kemari tiada henti
Kala pagi hari dengan bunga yang bermekaran dan menebarkan wangi
Di siang hari dimana matahari terlalu semangat menyinari
Kala langit menerima senja apa adanya di sore hari
Ataupun kala bintang indah menghiasi langit malam hari
Juni berhasil menggenggam tanganku untuk sama-sama berlari
Berhenti ketika lelah dan kemudian berlari kembali
Berkali-kali melukiskan senyum dan menggoreskan air mata
Sampai akhirnya berhentilah di sebuah muara


Yakni jawaban Tuhan dengan senyuman 1001 makna
Jawaban yang menghadirkan kelegaan didalam pikiranku
Tetapi menggundahkan aliran darah dalam hati
Juga membiarkan bibir bergeming dengan sedikit getaran
Sampai melancarkan aliran air mata

Namun Juni tetap indah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

27 Juni 2018

Kapan kamu sadar bahwa ukiran ini semakin lama semakin dalam. Aku tak suka. Bukan karena tidak indah, melainkan sebaliknya terlalu indah sampai aku tak siap jika nanti harus direnovasi atau bahkan dimusnahkan secara paksa. Cinta.

Pertemuan Itu, Katanya Baik?

"Tidak ada hal yang lebih baik selain dipertemukan dengan orang baik."-Cr Kirana.. Terima kasih sudah bertanya.. Kirana.. Kamu tau? Begitu banyak jumlah manusia di dunia, namun kita tidak pernah tahu dengan siapa kita akan bertemu. Bahkan ketika di dalam kandungan, kita belum tahu menahu tentang bagaimana wajah ibu yang mengandung kita sampai ketika kita lahir. Lahir ke dunia baru dan mulai melihat matahari. Kirana, coba ingat-ingat.. Apa kamu pernah mendengar kalimat tegas nan lembut di atas? Aku baru saja mau bercerita tentang pengalamanku akan kalimat itu. Aku sekarang berusia 21 tahun.. Dalam setiap perjalanan pertemuanku dari dulu sampai sekarang, aku merasakan banyak hal yang bergejolak. Mulai dari tidak dianggap dalam pertemuan kemudian tidak disukai dalam pertemuan, diacuhkan bahkan dibenci, hingga sebaliknya yakni disukai dan dielu-elukan. Eits.. Lama-lama juga terbiasa. Semoga Kirana gak akan ngalamin pahit-pahitnya ya, berat.      ...

Kuberitahu Kamu Arti Rindu

Well , hari ini Jakarta mulai kembali cerah setelah beberapa minggu terakhir ia menderukan musik alam indah yang basah.. Hujan!  Kata sahabat remajaku disana, semesta sedang menemaniku dan meresponku saat itu.  Haha ada-ada saja!  Semua yang terjadi dan telah aku lalui patut disyukuri. Oh, bukan cuma aku yang patut bersyukur melainkan kita semua yang mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga disetiap nafas yang kita hembuskan.  Siang ini bersama dengan penantianku akan secangkir coffee mint yang punya kenikmatannya sendiri, aku melihat pemandangan sederhana namun bermakna.  Aku belajar dari sebuah pagar rumah di pinggir jalan yang tadi aku lewati sebelum akhirnya menanti secangkir coffee mint ku.  Jadi.. Aku dengar orang-orang bercerita tentang hal ini, bahwa: Ada kalanya ketika sekeras apapun kita berusaha menumbuhkan lumut dengan air hujan untuk menutupi lubang pagar yang dilubangi orang lain, lumut itu tumbuh dan berha...